Rabu, 19 September 2012

Pengertian Produktivitas

Produktivitas adalah ukuran dari efisiensi produksi. Produktivitas adalah rasio output produksi (kegiatan) dengan suatu pengorbanan (biaya, waktu) memproduksi hasil (input). Ukuran produktivitas didefinisikan sebagai total output per satu unit dari total input.

Source pic : attorneymarketing

Selanjutnya operasionalisasi yang diperlukan dari konsep produktivitas akan membuatnya menjadi kuantitas terukur. Dalam menjelaskan dan mengoperasikan satu set model produksi yang digunakan. Sebuah model produksi merupakan ekspresi numerik dari proses produksi yang didasarkan pada data produksi, yaitu data pengukuran dalam bentuk harga dan jumlah input dan output.

Produktivitas tidak dapat diperiksa sebagai fenomena independen tetapi perlu mengidentifikasi entitas ini berada. Seperti entitas didefinisikan sebagai proses produksi. Tak perlu dikatakan bahwa produktivitas merupakan faktor penting dari proses produksi dalam satu atau lain cara. 
Manfaat dari produktivitas sangat banyak ragamnya. Di tingkat nasional, pertumbuhan produktivitas dapat meningkatkan standar hidup karena pendapatan lebih nyata meningkatkan kemampuan orang untuk membeli barang dan jasa, menikmati waktu senggang, meningkatkan perumahan dan pendidikan dan memberikan kontribusi untuk program sosial dan lingkungan. Pertumbuhan produktivitas penting untuk perusahaan karena perusahaan dapat memenuhi (mungkin tumbuh) kewajibannya terhadap pelanggan, pemasok, pekerja, pemegang saham, dan pemerintah (pajak dan regulasi), dan masih tetap kompetitif / masih bisa bersaing atau bahkan meningkatkan daya saing di pasar bisnis.



Definisi Produktivitas menurut Para Ahli

  1. Produktivitas merupakan nisbah atau rasio antara hasil kegiatan (output, keluaran) dan segala pengorbanan (biaya) untuk mewujudkan hasil tersebut (input, masukan) (Kussriyanto, 1984, p.1). Input bisa mencakup biaya produksi (production cost) dan biaya peralatan (equipment cost). Sedangkan output bisa terdiri dari penjualan (sales), earnings (pendapatan), market share, dan kerusakan (defects) (Gomes,1995, p.157).
  2. Produktivitas tenaga kerja adalah salah satu ukuran perusahaan dalam mencapai tujuannya. Sumber daya manusia merupakan elemen yang paling strategik dalam organisasi, harus diakui dan diterima oleh manajemen. Peningkatan produktivitas kerja hanya mungkin dilakukan oleh manusia (Siagian, 2002, p.2). Oleh karena itu tenaga kerja merupakan faktor penting dalam mengukur produktivitas. Hal ini disebabkan oleh dua hal, antara lain; pertama, karena besarnya biaya yang dikorbankan untuk tenaga kerja sebagai bagian dari biaya yang terbesar untuk pengadaan produk atau jasa; kedua, karena masukan pada faktor-faktor lain seperti modal (Kussriyanto, 1993, p.1).
  3. Menurut Anoraga dan Suyati, (1995, p.119-121) produktivitas mengandung pengertian yang berkenaan dengan konsep ekonomis, filosofis dan sistem. Sebagai konsep ekonomis, produktivitas berkenaan dengan usaha atau kegiatan manusia untuk menghasilkan barang atau jasa yang berguna untuk pemenuhan kebutuhan manusia dan masyarakat pada umumnya.
  4. Sebagai konsep filosofis, produktivitas mengandung pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan dimana keadaan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan mutu kehidupan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Hal inilah yang memberi dorongan untuk berusaha dan mengembangkan diri. Sedangkan konsep sistem, memberikan pedoman pemikiran bahwa pencapaian suatu tujuan harus ada kerja sama atau keterpaduan dari unsur-unsur yang relevan sebagai sistem.
  5. Dapat dikatakan bahwa produktivitas adalah perbandingan antara hasil dari suatu pekerjaan karyawan dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Sondang P. Siagian bahwa produktivitas adalah: “Kemampuan memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari sarana dan prasarana yang tersedia dengan menghasilkan output yang optimal bahkan kalau mungkin yang maksimal.”
  6. Banyak hasil penelitian yang memperlihatkan bahwa produktivitas sangat dipengaruhi oleh faktor: knowledge, skills, abilities, attitudes, dan behaviours dari para pekerja yang ada di dalam organisasi sehingga banyak program perbaikan produktivitas meletakkan hal-hal tersebut sebagai asumsi-asumsi dasarnya (Gomes, 1995, p.160).
  7. Pengertian lain dari produktivitas adalah suatu konsep universal yang menciptakan lebih banyak barang dan jasa bagi kehidupan manusia, dengan menggunakan sumber daya yang serba terbatas (Tarwaka, Bakri, dan Sudiajeng, 2004, p.137).
  8. Menurut Manuaba (1992) peningkatan produktivitas dapat dicapai dengan menekan sekecil-kecilnya segala macam biaya termasuk dalam memanfaatkan sumber daya manusia (do the right thing) dan meningkatkan keluaran sebesar-besarnya (do the thing right). Dengan kata lain bahwa produktivitas merupakan pencerminan dari tingkat efisiensi dan efektivitas kerja secara total (Tarwaka, Bakri, dan Sudiajeng, 2004, p.138).
  9. Menurut Sinungan, (2003, p.12), secara umum produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik (barang-barang atau jasa) dengan masuknya yang sebenarnya. Produktivitas juga diartikan sebagai tingkatan efisiensi dalam memproduksi barang-barang atau jasa-jasa. Produktivitas juga diartikan sebagai:

  • a. Perbandingan ukuran harga bagi masukan dan hasil
  • b. Perbedaan antara kumpulan jumlah pengeluaran dan masukan yang dinyatakan dalam satuan-satuan (unit) umum.
Ukuran produktivitas yang paling terkenal berkaitan dengan tenaga kerja yang dapat dihitung dengan membagi pengeluaran oleh jumlah yang digunakan atau jam-jam kerja orang.