Rabu, 10 Agustus 2011

Pengertian Ceramah

Ceramah merupakan kelompok berbicara satu arah; pembicara menyampaikan gagasannya kepada pihak lain dan tidak memerlukan reaksi sesaat dalam bentuk bicara yang berupa tanggapan atau respon.

Ceramah merupakan suatu kegiatan berbicara di depan umum dalam situasi tertentu untuk tujuan tertentu dan kepada pendengar tertentu. Dalam setiap ceramah pembicara harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi sehingga ceramah, dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan ceramah harus memperhatikan hal-hal antara lain : suara, intonasi, gaya bahasa, sikap, gerak-gerik, mimic sehingga pendengar dapat tertarik dengan apa yang diungkapkan. Selanjutnya, dalam berceramah perlu memperhatikan hal-hal berikut :


  • Pembukaan
Hindarkan penampilan yang memperlihatkan kekurangsiapan. Hal ini akan mengurangi kepercayaan hadirin. Arahkan pandangan ke seluruh hadirin agar dapat mengenal pendengar semua. Mulailah berbicara dengan tenang dan ucapkan kata pembukaan

  • Penyampaian uraian
Uraian hendaknya disampaikan secara mantap, logis dan cermat. Kalimat tersusun baik, intonasi dan aksentuasi jelas.

  • Transisi
Dalam penyajian, pemindahan topik hendaknya dilakukan melalui perbuatan operasional dengan jeda, mengubah sikap taat akan membahas topik baru.

  • Menjawab pertanyaan
Saat menjawab hendaknya menjawab sebatas pertanyaan saja dan jangan mengungkapkan yang tidak ada hubungan dengan pertanyaan.

  • Menanggapi pendapat
Dalam menanggapi pendapat hendaknya memberikan tanggapan yang sewajarnya, baik yang menyatakan persetujuan atau penolakan.

  • Menyampaikan kesimpulan dan Penutup
Sampaikan kesimpulan pada akhir ceramah, bukan pada akhir pembahasan masalah! Dalam hal ini harus tercermin adanya gagasan yang memuat pada saat tanya jawab.
Pernahkah kamu mendengar ceramah atau pidato? Kalau kita sering ke pengajian, ke masjid, ke gereja, atau aktif di berbagai kegiatan pasti sering mendengarkan ceramah, khotbah, dan pidato. Di mimbar para pembicara sudah mahir berpidato. Tahukah kamu bahwa mereka dahulu juga belajar? Dalam tahap belajar, penceramah banyak yang membuat teks sebelum
berceramah atau berpidato. Dapatkah kamu membuat teks ceramah sendiri? Teks ceramah atau pidato terdiri atas pembukaan, isi, dan penutup.
Pembukaan berisi ucapan terima kasih atau puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Isi ceramah berisi hal-hal penting yang ingin disampaikan. Penutup ceramah berisi kesimpulan dan kata penutup ceramah.
Dari teks pidato/ceramah “Persiapan Lomba Mencari Jejak” dapat dibagi menjadi tiga bagian.


1. Pembukaan berisi ucapan selamat dan syukur
Selamat sore Adik-adik!
Sebelumnya, marilah kita selalu mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya. Karena rahmat-Nya, sore hari ini kita masih dipertemukan. Setelah melewati satu hari perkemahan, bagaimana kondisi kalian? Sehat? Masih siap melanjutkan kemah?
2. Isi pidato ceramah berisi hal-hal yang disampaikan
Pada kesempatan ini, saya beritahukan bahwa besok pagi akan diadakan Lomba Mencari Jejak. Setiap regu harus mewakilkan lima anggota sebagai peserta lomba. Silakan kalian memilih wakil yang baik dan siap menjalankan tugas.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Kakak akan memberikan beberapa petunjuk kepada kalian.
  1. Kalian harus percaya diri. Di dalam perkemahan kalian harus mempunyai rasa percaya diri. Namun, hal tersebut jangan sampai menimbulkan rasa sombong dan meremehkan lawan. Jangan pernah menganggap lawan kalian di bawah kemampuan kalian! Kalian juga tidak boleh minder atau rendah diri sebab kemampuan kalian juga belum tentu lebih rendah daripada lawan!
  2. Siapkan mental, artinya dalam pertandingan kita harus dapat berpikir jernih, konsekuen, dan sportif. Jangan suka melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat dan dapat merugikan tim! Jangan terlalu bernafsu! Jika nafsu telah menguasai kalian, pikiran kalian akan kotor dan kurang    perhitungan sehingga dapat menyebabkan kekalahan.
  3. Siapkan fisikkalian. Pada pertandingan nanti, diperlukan tenaga dan pikiran yang cukup banyak. Juara I, II, dan III akan menjadi wakil kabupaten untuk mengikuti jambore di tingkat provinsi. Oleh karena itu, jaga kesehatan! Jangan melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat dan melelahkan! Jangan tidur larut malam! Makanlah makanan yang bergizi dan banyak beristirahat!
  4. Jaga kekompakan tim!
  5. Pelajari teknik dan strategi yang telah kalian pelajari!
  6. Gunakan waktu luang untuk belajar, baik secara individu maupun tim. Pada pertandingan yang akan datang, Kakak mengharapkan bukan hanya kemenangan, tetapi lebih dari itu. Kalian harus dapat menunjukkan kualitas dan penampilan yang baik. Kemenangan merupakan tujuan, tapi bukan hal utama dalam kegiatan ini. Kalah dan menang merupakan hal yang biasa. Jagalah nama baik sekolah kalian masing-masing!
  7. Penutup, berisi kata-kata perpisahan. Itulah sedikit yang Kakak sampaikan. Ada pertanyaan? Kalau tidak ada pertanyaan, pertemuan ini kita akhiri dan sampai jumpa besok pagi. Selamat   sore!

Agar isi atau informasi dari ceramah yang kamu buat dapat dengan mudah diterima oleh pendengar (audiensi), ceramah harus dibuat secara sistematis dan dengan bahasa yang efektif.
Sistematika berarti disusun berdasarkan sistematika yang runtut. Menggunakan bahasa yang efektif berarti menggunakan bahasa yang mudah dimengerti pendengar, yaitu ringkas, tidak berbelit-belit, dan tidak terlalu panjang.


Ceramah dapat dikategorikan sebagai metode komunikasi lisan yang paling tua. Meskipun demikian, hingga saat ini masih sering dipakai, baik dalam kegiatan-kegiatan belajar mengajar maupun dalam kegiatan-kegiatan komunikasi sosial lainnya.


Kelebihan Ceramah
Ada beberapa kelebihan sebagai alasan mengapa ceramah sering digunakan.

  1. Ceramah merupakan metode yang ’murah’ dan ’mudah’ untuk dilakukan. Murah dalam arti proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah, memang ceramah hanya mengandalkan suara guru, dengan demikian tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
  2. Ceramah dapat menyajikan materi/ informasi yang luas. Artinya, materi yang disampaikan banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh penceramah dalam waktu yang singkat.
  3. Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan. Artinya, penceramah dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana yang perlu ditekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
  4. Melalui ceramah, penceramah dapat kontrol penuh atas para pendengar termasuk mempengaruhinya.

Di samping beberapa kelebihan di atas, ceramah juga memiliki beberapa kelemahan, di antaranya:

  1. Ceramah yang tidak disertai dengan peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme.
  2. Penceramah yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan. Sering terjadi, walau pun secara fisik pendengar yang ada di dalam sebuah ruangan, namun secara mental pendengar sama sekali tidak mengikuti jalannya proses pembelajaran; pikirannya melayang ke mana-mana, atau pendengar yang mengantuk, oleh karena gaya bertutur penceramah tidak menarik.
  3. Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh penceramah sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum. Walaupun ketika pendengar diberi kesempatan untuk bertanya, dan tidak ada seorang pun yang bertanya, semua itu tidak menjamin pendengar seluruhnya sudah paham.
Daftar Pustaka 
Situs : Wikipedia, detroitnumb.blogspot

Buku : Himpunan Materi-materi Penting Bahasa Indonesia untuk SMU
Pengarang : Team Yayasan Pendidikan Haster 
Penerbit : CV. PIONIR JAYA Bandung
Tahun  : 1994