Sabtu, 18 Juni 2011

Pengertian Sel

Definisi sel. Sel adalah unit yang terstruktur dan berfungsi dalam semua organisme hidup. Sel merupakan unit terkecil dalam satu organisme yang diklasifikasikan sebagai hidup. Beberapa organisme, seperti bakteri, adalah unisel (terdiri dari satu sel). Organisme lain seperti manusia memiliki beberapa sel (multisel) (manusia diperkirakan memiliki 100 triliun atau 1014 sel; ukuran sel biasa adalah 10 μm; sel massa biasa adalah 1 nanogram.) 

Gambar Sel (wikipedia)


Sel terbesar yang pernah ditemukan adalah sel telur burung unta yang tidak dibuahi .Pada 1835 sebelum teori sel terakhir dikembangkan, Jan Evangelista Purkyně memperhatikan "detail" kecil ketika melihat di jaringan tumbuhan terus di bawah mikroskop. Teori sel, pertama ditemukan pada 1839 oleh Matthias Jakob Schleiden dan Theodor Schwann, menyatakan semua organisme itu adalah digubah dari satu atau lebih sel, yang semua sel datang atau wujud dari sel-sel ada sebelumnya, fungsi-fungsi utama satu organisme terjadi dalam sel, dan semua sel itu mengandung informasi penting turun-temurun untuk mengatur fungsi sel dan untuk mengirim informasi ke generasi berikutnya.

Kata "cell" (sel) datang dari bahasa Latin "cellula", berarti sebuah kamar kecil. Nama deskriptif untuk hidup paling kecil struktur biologi telah dipilih oleh Robert Hooke dalam sebuah buku yang dicetak pada tahun 1665 ketika dia mengkajinya di bawah mikroskop dan menyerupai kamar-kamar kecil yang hidup dalam tubuh organisme.

Baik sel prokariot atau sel eukariot, semua sel menunjukkan ciri dasar seperti berikut:
  1. Semua sel diselimuti membran sel atau membran plasma.
  2. Semua sel memiliki bahan genetik atau genom apakah ditempatkan di dalam nukelus atau di dalam sitoplasma. Struktukr ini menyimpan informasi genetik dan mengontrol seluruh aktivitas sel.
  3. Semua sel memiliki sitoplasma. Di dalam sitoplasma terjadi reaksi biokimia yang memproduksi bahan-bahan yang diperlukan seperti enzim, protein dan lain-lain.

Istilah sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke (1635-17030 pada tahun 1665 untuk memberi nama pada rongga-rongga berbentuk kotak yang ia lihat ketika sedang mengamati irisan gabus di bawah mikroskop.
Jenis sel (wikipedia)


Karena gabus merupakan benda mati, maska rongga-rongga tersebut kosong. Pengertian sel pada saat ini menunjuk pada massa kecil protoplasma dengan batas tertentu dan di dalamnya mengandung inti. Batas protoplasma mungkin jelas dan secara morfologis ada, walaupun ada nucleoprotein dan gen-gen. protoplasma dalam sel dan di luar inti sel disebut sitoplasma, sedangkan protoplasma di dalam inti sel disebut nukloplasma. Badan sel yang tidak termasuk nucleus disebut sitosoma.



Sel merupakan unit dasar semua makhluk hidup. Secara umum setiap sel terdiri dari: -

  • membran sel
  • sitoplasma
  • nukleus
Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan


Sel pertama digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop sederhana. Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki beberapa perbedaan seperti berikut :

  • Sel tumbuhan biasanya lebih besar dibandingkan sel hewan. 
  • Sel tumbuhan memiliki bentuk yang tetap, sedangkan sel hewan tidak memiliki bentuk khusus. 
  • Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa, sedangkan sel hewan tidak memiliki dinding sel. Sel tumbuhan memiliki pigmen klorofil yang tidak ada dalam sel hewan. 
  • Semua sel tumbuhan memiliki vakuol sedangkan sel hewan tidak kecuali pada hewan unisel tingkat rendah. 
  • Sel tumbuhan menyimpan tenaga dalam bentuk biji (granul) kanji, sedangkan sel hewan menyimpan makanan dalam bentuk biji (granul) glikogen.



Sejarah Sel

Karena ukuran sel amat kecil, kehadirannya hanya diketahui dan terdeteksi setelah manusia dapat menciptakan mikroskop cahaya. Karena itu pengetahuan tentang sel amat terkait dengan kemajuan penciptaan mikroskop cahaya. Pengembangan pengetahuan tentang sel adalah hasil penelitian sel (sitologi) menggunakan mikroskop cahaya. Urutan sejarah penemuan sel dan penelitian tentang dimulai seperti berikut:
  1. Robert Hooke (ilmuwan Inggris) telah mereka cipta mikroskop cahaya pada tahun 1664. Pada tahun berikutnya ia menjadi orang pertama yang menemukan sel setelah membuat pengamatan terhadap jaringan gabus.
  2. Anton van Leeuwenhook (ilmuwan Belanda) pada tahun 1676 menjadi orang pertama menemukan mikroorganisma dengan membuat pengamatan atas setetes sampel air kolam di bawah mikroskop cahaya. hasil dari pengamatannya, diketahui bahwa mikroorganisma unisel adalah satu organisme.
  3. Matthias J. Schleidon dan Theodore Schwann (ilmuwan Jerman, 1839) mengusulkan teori sel. Teori sel mengatakan bahwa sel adalah secara universal dan merupakan unit dasar organisme.
  4. Purkinje (1840) telah menemukan protoplasma dalam sel tumbuhan. Istilah sitoplasma menyusul kemudian untuk diambil.
  5. Rudolf Virchow (ilmuwan Jerman, 1855) mengemukakan teori biogenesis yang menyimpulkan bahwa "kehidupan berasal dari kehidupan ini" dan ini dinyatakan dengan "sel baru berasal dari sel-sel yang ada sebelumnya".
  6. Water Flemming (1879) memperkenalkan teknik mewarnakan inti dengan menggunakan lilin. Penemuan teknik ini membuktikan kehadiran inti dan seri pembagian nukelus dapat dikaji dan diketahui kemudian.Sampai tahun 1900, bidang sitologi berkembang dengan banyak penemuan organel-organel antaranya termasuk kloroplas, Mitokondria dan jasad Golgi. Batas kekuasaan beda jelas mikroskop cahaya yang telah mencapai maksimum membatasi penelitian lanjut terhadap bagian dan ultrastruktur sel.
  7. Mikroskop elektron (1930) dibuat dan dengan itu dimulailah era baru bidang sitologi, disebabkan peningkatan batas kekuasaan beda jelas mikroskop elektron.Setelah tahun 1946, penggunaan mikroskop elektron dan teknik penelitian dan penyediaan bahan spesimen semakin berkembang dan meluas penggunaannya, hingga hari ini.

Penemu sel lainnya : Robert Hooke (1635-1703) Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann ( 1810-1882) Robert Brown(1831) Felix Durjadin dan Johannes Purkinye(1835) Max Schultze (1825-1874).